JATENGPEDIA

SEMARANG

Bupati Semarang: Waspadai Kenaikan Jumlah Pasien Covid-19

Bupati Semarang: Waspadai Kenaikan Jumlah Pasien Covid-19

UNGARAN – Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengingatkan masyarakat, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas. Pasalnya, terjadi kecenderungan kenaikan jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit.

“Informasi dari Direktur RSUD Ungaran, mulai ada pasien Covid-19 yang dirawat. Tetap waspada dan terapkan protokol kesehatan,” kata bupati, saat menghadiri acara senam bersama ASN di Lapangan Alun-alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran Timur, Jumat (4/11/2022) pagi.

Kepada para ASN, bupati mengimbau untuk menjaga kesehatan diri. Selain itu, juga perlu memantau kondisi kesehatan warga sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Jika menemui warga yang dicurigai terinfeksi Covid-19, agar berkoordinasi dengan petugas kesehatan terdekat.

Direktur RSUD Gondo Suwarno (RSGS) Ungaran, dr Mas Dhady Darmadi, membenarkan informasi adanya pasien suspek Covid-19 yang dirawat.

“Benar, sampai hari ini ada 13 (orang) pasien yang dirawat di ruang isolasi. Delapan orang terkonfirmasi positif Covid-19, dan lainnya masih suspek,” terangnya.

Meskipun ada kecenderungan kenaikan jumlah pasien Covid-19, lanjutnya, namun sebagian besar tidak menunjukkan gejala yang berat. Beberapa pasien diperbolehkan pulang di hari kelima, dari maksimal 14 hari perawatan.

Disampaikan, pihaknya juga memastikan para petugas di ruang isolasi tetap siaga, untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19. Menurutnya, kecenderungan penambahan pasien dinilai masih terkendali dan jumlah ruang isolasi yang tersedia masih mencukupi.

Dia menyebut, ruang isolasi di RS Gunawan Mangunkusumo juga masih tersedia, karena belum ada kasus baru di sana. Selain itu, juga telah disiapkan mobilisasi petugas dari ruangan biasa, jika terjadi lonjakan kasus.

Menyinggung adanya varian baru Covid-19, dia menengarai, belum ditemukan kasusnya di Kabupaten Semarang. Sebagian besar pasien Covid-19 yang dirawat bergejala ringan dan masih terkendali. Sehingga, pihaknya belum mengirimkan sampel darah ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta untuk dites varian virusnya.

Pada kesempatan itu, Mas Dhady juga mengimbau warga, untuk tetap mengenakan masker dan rajin mencuci tangan. Selain itu juga membatasi kegiatan dalam kerumunan massa. (jatengprov.go.id)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top