Menu ✖

Mode Gelap

Berita · 26 Aug 2026 WIB

Menjaga Warisan Nusantara: Kolaborasi KKN Posko 31 UIN Walisongo dalam Pameran Pesta Tempa Pusaka Rakyat


 Menjaga Warisan Nusantara: Kolaborasi KKN Posko 31 UIN Walisongo dalam Pameran Pesta Tempa Pusaka Rakyat Perbesar

Salatiga, 21–23 Agustus 2026  Pesta Tempa Pusaka Rakyat digelar selama tiga hari di Pendapa DPRD Kota Salatiga sebagai ruang untuk memperkenalkan dan mendekatkan pusaka Nusantara kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi semakin bermakna dengan adanya kolaborasi mahasiswa KKN MIT Posko 31 UIN Walisongo Semarang bersama Empu Ridwan, salah satu pegiat budaya di Desa Sraten, yang berlangsung sejak tahap persiapan hingga seluruh rangkaian acara selesai.

Keterlibatan mahasiswa KKN tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga turut mendukung pelaksanaan kegiatan bersama Empu Ridwan. Kolaborasi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat proses penyelenggaraan kegiatan budaya sekaligus ikut berpartisipasi dalam upaya memperkenalkan warisan Nusantara kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Jum’at, 21 Agustus 2026 dengan pembukaan yang dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Wali Kota Salatiga dr. Robby Hermawan, Sp.OG., Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit, M.Si., Ketua Panitia Khrisna Pradipta, serta tamu undangan lainnya. Acara dilanjutkan dengan Wiwitan Pusaka, pembukaan pameran dan bursa, serta berbagai pertunjukan seni.

Tidak hanya menampilkan beragam pusaka Nusantara, Pesta Tempa Pusaka Rakyat juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni wayang yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Kehadiran wayang turut memperkaya suasana acara sekaligus menghadirkan bentuk kesenian tradisional yang memiliki keterkaitan erat dengan kekayaan budaya Nusantara. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya dapat melihat dan mengenal pusaka, tetapi juga menikmati pertunjukan seni sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.

Memasuki hari kedua Sabtu, 22 Agustus 2026 pameran tetap berlangsung dengan pendampingan edukator dan kegiatan penempaan calon pusaka. Salah satu agenda yang menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan adalah bedah buku Sasmita Dhuwung oleh Mpu Ridwan dan Jimi S. Haryanto. Selain itu, kegiatan juga diisi sarasehan, pertunjukan seni tari, musik, serta pertunjukan wayang.

Pada hari ketiga Minggu, 23 Agustus 2026 rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pameran dan penempaan pusaka, pertunjukan seni tari dan musik, serta acara lelang. Kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang lomba fotografi, penutupan acara, dan pembersihan area bersama pihak-pihak yang terlibat.

Bagi mahasiswa KKN MIT Posko 31 UIN Walisongo Semarang, keterlibatan dalam Pesta Tempa Pusaka Rakyat menjadi pengalaman berharga untuk belajar sekaligus berkontribusi dalam kegiatan kebudayaan. Kolaborasi bersama Empu Ridwan mempertemukan generasi muda dengan pelaku budaya secara langsung dan menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kerja sama lintas generasi.

Melalui pameran, penempaan pusaka, edukasi, literasi, pertunjukan wayang, seni tari, musik, dan berbagai rangkaian kegiatan lainnya, Pesta Tempa Pusaka Rakyat menjadi ruang untuk menjaga agar warisan budaya Nusantara tetap dikenal, diapresiasi, dan dekat dengan generasi masa kini.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ambarawa Bergemuruh: Kemeriahan Pawai Pembangunan Ambarawa HUT ke-81 RI

31 August 2026 - 17:03 WIB

Pawai Pembangunan Ambarawa

KKN Posko 14 UIN Walisongo Fasilitasi Pembuatan QRIS di Pasar Sunrise Klepu

29 August 2026 - 10:52 WIB

Sinergi KKN Posko 31 UIN Walisongo dan Warga Desa Sraten Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

26 August 2026 - 11:09 WIB

Trending di Berita