Menu ✖

Mode Gelap

Primbon · 24 Oct 2026 WIB

Weton Sabtu Wage


 Weton Sabtu Wage Perbesar

Bagi masyarakat Jawa, hari kelahiran bukan sekadar penanda waktu. Ia dibaca sebagai isyarat tentang watak, arah mencari rezeki, hingga kecocokan pasangan hidup. Salah satu weton yang kerap dibicarakan adalah Sabtu Wage, perpaduan hari Sabtu dengan pasaran Wage yang berjumlah neptu 13, angka yang cukup tinggi dalam rentang neptu 7 hingga 18.

Primbon menggambarkan pemilik weton ini sebagai pribadi dengan dua wajah: cerdas dan tekun di satu sisi, mudah tersulut dan keras hati di sisi lain. Berikut uraiannya, lengkap dengan perbedaan tafsir untuk laki-laki dan perempuan.

Weton adalah gabungan saptawara (siklus tujuh hari) dengan pancawara atau pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon). Kombinasi yang sama kembali setiap 35 hari, siklus yang dikenal sebagai selapan. Setiap hari dan pasaran memiliki nilai yang disebut neptu. Jumlah keduanya menjadi dasar membaca watak, rezeki, jodoh, sampai hari baik untuk hajatan.

Untuk Sabtu Wage, hitungannya sebagai berikut:

  • Neptu Sabtu: 9
  • Neptu Wage: 4
  • Jumlah neptu: 13

Menurut primbon, orang yang lahir pada Sabtu Wage cenderung pelupa, tetapi rajin melatih daya pikirnya untuk menutup kekurangan itu. Hatinya kadang kaku seperti batu dan mudah naik darah, namun amarahnya cepat mereda.

Primbon memberinya lambang aluamah, salah satu dari empat nafsu dalam pandangan Jawa (amarah, aluamah, supiyah, dan mutmainah). Aluamah umumnya dikaitkan dengan dorongan ingin memiliki dan menang sendiri, selaras dengan sebagian sifat yang dicatat pada watak laki-lakinya.

Dalam hitungan pangarasan, Sabtu Wage jatuh pada Lakuning Lintang, yang secara harfiah berarti “jalan bintang”. Tafsirnya beragam. Sebagian penafsir memaknainya sebagai pribadi yang bisa menjadi penuntun dan teladan, sebagian lain menekankan kecenderungan menyendiri serta tidak menetap.

Arah yang dianggap membawa rezeki bagi weton ini adalah timur dan utara.

Watak laki-laki Sabtu Wage

Laki-laki kelahiran Sabtu Wage dilukiskan cerdas, rajin, ramah, supel, dan berbudi luhur. Ia pendiam, berhati-hati dalam bekerja, suka menolong, dan menyayangi perempuan, terutama istrinya. Ia juga tidak suka mencampuri urusan orang lain.

Di sisi lain, ia disebut pencemburu, mudah tersinggung, agak angkuh, dan suka membanggakan diri. Bila bertengkar ia enggan mengalah. Kehendaknya sulit dibendung, dan bila merasa dibohongi, sikapnya bisa berubah keras.

Rezeki. Laki-laki Sabtu Wage pandai mencari penghasilan, tetapi sulit menyimpannya. Pekerjaan yang dinilai cocok adalah bertani, sedangkan berdagang kurang sesuai karena ia mudah dibohongi orang. Jika bertemu jodoh yang sesuai, ia dipercaya dikaruniai banyak anak, dan lewat anak-anaknya hari tuanya menjadi mulia dan bahagia.

Watak perempuan Sabtu Wage

Perempuan kelahiran Sabtu Wage digambarkan memiliki sisi yang terpuji. Ia bersikap baik kepada siapa pun, terutama kepada orang yang lebih tua. Dalam mendidik anak ia bijaksana dan tidak pilih kasih. Ia berbakti kepada suami dan menuruti kehendaknya selama tidak melanggar aturan. Urusan uang diatur dengan hemat, tidak dihamburkan tanpa keperluan. Ia juga cerdas, giat bekerja, pandai bergaul, dan mudah tergerak menolong orang yang tertimpa musibah.

Namun primbon juga mencatat sisi yang perlu diwaspadai: ia berani terhadap suami, suka dipuji, mudah terbawa hawa nafsu, pencemburu, dan kerap menempatkan keinginannya di atas orang lain. Sebagian uraian menyebut ia agak sombong, bawel, serta kurang tahan menghadapi cobaan.

Rezeki. Perempuan Sabtu Wage disebut pandai mencari sekaligus menyimpan rezeki. Pekerjaan yang dinilai sesuai adalah berdagang, dengan arah mencari rezeki ke timur dan utara. Primbon mengingatkan, hidupnya bisa lebih banyak diwarnai ujian daripada kebahagiaan, tetapi keadaan berbalik baik bila ia bertemu jodoh yang selaras.

Neptu pasangan yang dianggap selaras

Primbon menyarankan agar pemilik weton ini mencari pasangan dengan neptu, Laki-laki Sabtu Wage : 8, 10, 12, 14, 16, 18,  sedangkan Perempuan Sabtu Wage : 8, 11, 12, 14, 16, 17.

Bila bertemu pasangan yang selaras, rumah tangga diyakini berjalan bahagia dan sejahtera, tanpa kekurangan berarti. Primbon menambahkan satu pesan: jangan lupa menempatkan arah rumah dengan benar.

Menyikapi primbon: kearifan, bukan vonis

Perhitungan weton hidup dalam tradisi Jawa selama berabad-abad dan masih dipakai di banyak keluarga, termasuk di Jawa Tengah, untuk menimbang hari pernikahan, memulai usaha, hingga menamai anak. Tafsir atas satu weton bisa berbeda antara satu sumber dengan sumber lain, termasuk soal pasangan yang dianggap cocok.

Primbon sebaiknya dibaca sebagai kearifan lokal dan bahan renungan, bukan ramalan yang mutlak. Sifat bawaan yang dicatatnya, seperti mudah marah, pencemburu, atau sulit menyimpan uang, justru dapat dibaca sebagai pengingat untuk mengendalikan diri. Watak pada akhirnya dibentuk juga oleh pendidikan, lingkungan, dan pilihan hidup masing-masing.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Weton Senin Pon

2 November 2026 - 10:48 WIB

Senin Pon

Weton Rabu Pon

28 October 2026 - 15:55 WIB

Weton Rabu Pon

Weton Minggu Pon

18 October 2026 - 10:09 WIB

Weton Minggu Pon

Weton Rabu Wage

14 October 2026 - 12:23 WIB

Weton Jum’at Wage

9 October 2026 - 17:35 WIB

Weton Senin Kliwon

5 October 2026 - 07:21 WIB

Trending di Primbon