Menu ✖

Mode Gelap

Tempat Wisata · 25 Jul 2026 WIB

Keliling 17 Edukasi di SAE Park Salatiga

SALATIGA — Di tengah maraknya tren wisata keluarga yang kian mengarah pada pengalaman edukatif, Salatiga Eco Park atau yang lebih dikenal dengan sebutan SAE Park hadir sebagai destinasi yang memadukan rekreasi, edukasi, dan kedekatan dengan alam dalam satu kawasan terpadu. Berlokasi di Jalan Raya Salatiga–Kopeng, kawasan Salib Putih, SAE Park diklaim sebagai salah satu wisata edukasi terlengkap di Jawa Tengah dengan total 17 jenis workshop dan area praktik yang bisa dijajal langsung oleh pengunjung.

Lokasi Strategis di Kaki Gunung Merbabu

SAE Park berdiri di atas lahan seluas lima hektare di Jalan Hasanudin KM 4, Kelurahan Kumpulrejo, Salatiga — kawasan yang dikenal dengan nama Salib Putih. Letaknya yang berada di lereng Gunung Merbabu membuat pengunjung dapat menikmati udara sejuk dan panorama alam yang segar sepanjang kunjungan. Akses menuju lokasi pun terbilang mudah karena berada tepat di pinggir jalan raya utama Salatiga–Kopeng/Magelang, tidak jauh dari Jalan Lingkar Salatiga.

Menariknya, kawasan Salib Putih ini menyimpan nilai sejarah tersendiri. Area ini dahulu merupakan bekas Witte Kruis-Kolonie yang didirikan oleh penginjil Adolf Theodorus Jacobus van Emmerik dan Alice Cornelia Cleverly untuk misi kemanusiaan pada masa lalu.

Konsep “Omah” dan 17 Wahana Edukasi

Seperti ditunjukkan dalam liputan video berjudul “Anak Bisa Lupa Gadget! Keliling 17 Edukasi di SAE Park Salatiga” yang diunggah kanal YouTube Jatengpedia, kawasan ini menawarkan pengalaman belajar yang membuat anak-anak larut dalam aktivitas tanpa terpaku pada gawai. Konsep besar yang diusung SAE Park adalah wahana bertema “Omah” (rumah), di mana setiap area edukasi dikemas layaknya rumah produksi tradisional lengkap dengan workshop dan praktik langsung.

Berikut daftar lengkap 17 jenis edukasi yang bisa dijajal pengunjung di SAE Park Salatiga:

  1. Pande Besi — merasakan langsung suasana panasnya proses menempa besi ala pandai besi tradisional
  2. Kerajinan Tenun — mengenal proses pembuatan kain tenun sekaligus melatih kesabaran
  3. Kerajinan Kayu — praktik dasar mengolah kayu menjadi kerajinan
  4. Pembuatan Batik — belajar proses membatik dari awal hingga jadi
  5. Pembuatan Keramik — merasakan tekstur tanah liat dan proses pembentukan keramik
  6. Pembuatan Lilin & Sabun — mengenal proses produksi lilin dan sabun secara sederhana
  7. Menanam Hidroponik — mengenalkan teknik bercocok tanam modern tanpa media tanah
  8. Pembuatan Kopi — melihat proses pengolahan biji kopi dari bahan mentah
  9. Pembuatan Teh — mengenal proses pengolahan daun teh
  10. Pembuatan Tempe — melihat langsung proses fermentasi kedelai menjadi tempe dari nol
  11. Kerajinan Batu — praktik mengolah batu menjadi karya kerajinan
  12. Mini Zoo — area interaksi dengan satwa-satwa kecil
  13. Pembuatan Cokelat — mengenal proses pengolahan cokelat dari bahan dasarnya
  14. Pembuatan Jamu — belajar meracik jamu tradisional khas Nusantara
  15. Rumah Sains — area eksperimen sains, seperti cara kerja lampu pijar hingga simulasi letusan gunung berapi
  16. Rumah Jamur — mengenal proses budidaya jamur
  17. Proses Recycle (Daur Ulang) — edukasi mengolah sampah menjadi barang bernilai guna

Selain 17 wahana edukasi tersebut, SAE Park juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti area bermain anak (playground), area outbound, camping ground, hingga spot foto di tengah rimbunnya pepohonan randu, mahoni, dan pinus.

Cocok untuk Study Tour hingga Healing Keluarga

Dengan ragam wahana yang dimilikinya, SAE Park diposisikan sebagai destinasi yang fleksibel untuk berbagai segmen pengunjung. Kawasan ini menyediakan paket study tour bagi siswa SD, SMP, maupun SMA dengan kurasi wahana edukasi yang telah disesuaikan, serta paket kustom sesuai kebutuhan sekolah. Bagi keluarga, SAE Park juga menjadi pilihan tepat untuk liburan sekaligus sarana belajar bersama anak, atau sekadar tempat healing menikmati suasana hijau yang tenang jauh dari kebisingan kota.

Sebagai komitmen terhadap kelestarian lingkungan, pengelola SAE Park turut memberikan suvenir ramah lingkungan berupa bibit tanaman kepada pengunjung — sebuah upaya kecil untuk mengurangi sampah plastik sekaligus mengedukasi pentingnya menjaga alam.

Kehadiran SAE Park semakin melengkapi wajah pariwisata Salatiga sebagai kota pelajar yang dikenal toleran dan kerap disebut sebagai “Indonesia mini”. Dengan memadukan warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan kedekatan dengan alam dalam satu kawasan, SAE Park menjadi bukti bahwa belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan — sekaligus menjadi referensi menarik bagi keluarga, sekolah, maupun rombongan yang mencari pengalaman wisata yang lebih bermakna.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Candi Prambanan, Kejayaan Hindu di Jantung Jawa

17 September 2026 - 11:47 WIB

10 Tempat Wisata Sejarah di Jawa Tengah yang Wajib Dikunjungi saat Libur Agustus

10 August 2026 - 16:53 WIB

Sejarah & Mitos Umbul Senjoyo Salatiga

5 August 2026 - 06:04 WIB

De Tjolomadoe Karanganyar: Sejarah & Daya Tarik Museum

3 August 2026 - 14:00 WIB

Jejak Militer di Ambarawa: Menelusuri Lorong Waktu di Benteng Fort Willem 1

28 July 2026 - 13:33 WIB

Wisata dataran tinggi Dieng

21 July 2026 - 09:23 WIB

Trending di Tempat Wisata