Menu ✖

Mode Gelap

Primbon · 30 Sep 2026 WIB

Weton Kamis Legi


 Weton Kamis Legi Perbesar

Kalau ada satu kata yang dipakai primbon untuk menggambarkan orang dengan weton Kamis Legi, kata itu barangkali luwes. Mereka mudah masuk ke lingkungan mana pun, pandai membuka obrolan dan jarang terlihat canggung. Rasa iba mereka juga cepat tergerak. Ketika ada tetangga atau kerabat yang sedang kesusahan, orang Kamis Legi disebut sebagai yang pertama datang menawarkan bantuan, sering sebelum diminta.

Di tempat kerja, primbon menggambarkan mereka sebagai pekerja yang tekun dan hati-hati. Pekerjaan digarap sungguh-sungguh dan atasan pun cenderung menyukainya. Naskah yang menjadi rujukan kami bahkan menyebut bahwa kalau bekerja sebagai bawahan, mereka mudah mendapat tempat di hati pimpinan.

Namun primbon tidak berhenti pada sisi manisnya. Keramahan itu ternyata punya batas. Orang Kamis Legi disebut gampang tersinggung, tetapi jarang mengatakannya langsung. Perasaan itu lebih sering dipendam, lalu muncul belakangan lewat wajah yang mendadak muram. Ia juga tidak suka disaingi. Selama merasa menjadi yang paling luas pandangannya, ia ramah. Begitu ada orang yang dianggap melampaui, suasana hatinya bisa berubah.

Soal pendirian, catatan primbon kurang menguntungkan. Sikapnya disebut kadang lunak, kadang keras, dan mudah terbawa pendapat orang terakhir yang ia ajak bicara. Sebagian rujukan menambahkan sifat mudah cemburu dan pandangan yang kurang mantap. Kelemahan-kelemahan ini biasanya dibaca sebagai peringatan agar pemilik weton berhati-hati memilih teman bergaul.

Untuk perempuan, uraiannya berbeda lagi. Kamis Legi perempuan digambarkan senang tampil rapi dan berkecukupan, luwes bergaul dengan keluarga besar, tetapi kurang menaruh perhatian pada urusan suami. Gambaran ini paling keras dan paling sering dipersoalkan. Ia berasal dari satu tradisi penulisan primbon dan naskah lain tidak selalu menuliskannya dengan nada yang sama. Pembaca sebaiknya menilainya sebagai catatan tradisional, bukan penilaian terhadap perempuan yang lahir pada hari itu.

Rezeki dan pekerjaan

Dalam hal mencari nafkah, Kamis Legi mendapat nilai baik. Primbon menyebut mereka cekatan mencari sandang dan pangan, sehingga kebutuhan sehari-hari jarang menjadi masalah besar. Yang sulit adalah menyimpannya. Uang cepat keluar, dan setiap kali muncul niat berhemat, godaan datang lebih dulu.

Arah mata angin juga ikut dihitung. Bagi laki-laki, rezeki dianggap lebih lancar bila dicari ke arah timur dan utara. Perempuan Kamis Legi disebut lebih cocok ke arah selatan dan timur. Dalam praktik, kepercayaan ini biasanya dipakai ketika seseorang hendak merantau atau membuka usaha di tempat baru.

Di bidang pekerjaan, primbon menyarankan berdagang dan yang disebut secara khusus adalah emas dan permata. Perlu dicatat, saran ini tidak berarti semua orang Kamis Legi harus membuka toko perhiasan. Ia lebih menggambarkan bahwa watak ramah dan pandai bergaul dianggap cocok dengan usaha yang mengandalkan kepercayaan pembeli.

Satu pesan lain terselip dalam naskah. Sifat gampang marah disebut bisa membuat rezeki seret. Sebaliknya, hidup akan lebih lapang bila bertemu jodoh yang cocok dan dikaruniai keturunan. Dalam pembacaan tradisional, urusan rezeki dan urusan rumah tangga memang jarang dipisahkan.

Menimbang jodoh

Rujukan yang kami pakai menyebut, laki-laki Kamis Legi sebaiknya berjodoh dengan perempuan berneptu 8, 10, 14 atau 16. Jika neptu 13 dijumlahkan dengan tiap angka itu, hasilnya 21, 23, 27, dan 29.

Di titik ini pembaca bisa mencoba sendiri. Cara yang paling banyak dipakai adalah metode pegat, ratu, jodoh, topo, tinari. Jumlahkan neptu kedua calon pasangan, bagi dengan lima, lalu lihat sisanya:

  • Sisa 1, pegat: dipercaya rawan perpisahan atau ujian berat dalam rumah tangga.
  • Sisa 2, ratu: dipercaya membawa wibawa dan dihormati lingkungan.
  • Sisa 3, jodoh: dipercaya rukun dan saling cocok.
  • Sisa 4, topo: dipercaya diawali kesulitan, tetapi berakhir bahagia.
  • Sisa 0, tinari: dipercaya rezekinya lancar dan hidupnya tenteram.

Sebagai contoh, Kamis Legi (13) dan Selasa Kliwon (11) berjumlah 24. Dibagi lima, sisanya empat, yakni topo.

Jika empat angka tadi dihitung dengan cara ini, hasilnya ternyata tidak seragam. Neptu 8 (jumlah 21) bersisa 1 dan jatuh pada pegat. Neptu 10 (jumlah 23) bersisa 3, yaitu jodoh. Neptu 14 (jumlah 27) bersisa 2, yaitu ratu dan neptu 16 (jumlah 29) bersisa 4, yaitu topo. Artinya, daftar yang dianggap cocok oleh satu rujukan belum tentu lolos di metode lain. Perbedaan seperti inilah yang membuat banyak keluarga tidak berhenti pada hitungan di atas kertas. Mereka masih menemui sesepuh atau orang yang paham primbon sebelum menentukan hari lamaran.

Primbon lahir dari pengamatan panjang leluhur Jawa, dan tafsirnya berbeda dari satu daerah ke daerah lain. Ia tidak bisa dibuktikan secara ilmiah dan sebagian besar pemeluknya pun tidak memperlakukannya sebagai kepastian. Yang lebih sering dicari adalah pegangan: alasan untuk lebih sabar, lebih hemat atau lebih berhati-hati memilih pergaulan. Watak seseorang dibentuk banyak hal, mulai dari pengasuhan sampai pengalaman hidup, dan weton hanya salah satu cara orang Jawa membacanya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Weton Rabu Wage

14 October 2026 - 12:23 WIB

Weton Jum’at Wage

9 October 2026 - 17:35 WIB

Weton Senin Kliwon

5 October 2026 - 07:21 WIB

Primbon dan Weton, Warisan Leluhur yang Masih Hidup di Tengah Masyarakat Jawa

26 September 2026 - 11:16 WIB

Ilustrasi perhitungan weton dan primbon jawa
Trending di Primbon